Al Azhar Cup XXV di Cirebon: Pacu Prestasi, Bentuk Karakter, dan Junjung Tinggi Sportivitas

oleh -37 Dilihat

CIREBON, DjalapaksiNews – Kota Cirebon kembali menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda dari berbagai daerah. Kali ini, melalui gelaran Al Azhar Cup XXV Futsal Se-Indonesia Tahun 2026 yang berlangsung di SD Islam Al Azhar 3 Cirebon, Kamis (8/10/2026).

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, hadir sekaligus membuka turnamen futsal yang mempertemukan para pelajar dari berbagai sekolah Al Azhar di Indonesia tersebut.

Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada YPI Al Azhar, Yayasan Siti Chodidjah Cirebon, SD Islam Al Azhar 3 Cirebon, serta seluruh panitia yang telah menjaga konsistensi penyelenggaraan Al Azhar Cup hingga memasuki edisi ke-25.  

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada YPI Al Azhar, Yayasan Siti Chodidjah, dan seluruh jajaran panitia. Bisa menyelenggarakan turnamen futsal berskala nasional hingga 25 kali tentu bukan sesuatu yang mudah. Dibutuhkan konsistensi, kerja keras, dan dedikasi yang tinggi,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, penyelenggaraan turnamen tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan di bidang olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.

Wali Kota menilai olahraga memiliki nilai pendidikan yang kuat. Melalui futsal, anak-anak belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepatuhan terhadap aturan, sekaligus membangun mental untuk menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

“Turnamen futsal ini adalah wadah edukasi yang sangat nyata. Anak-anak dilatih untuk disiplin, menaati aturan, dan yang paling penting belajar bekerja sama dalam sebuah tim. Untuk mencapai kesuksesan, kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan orang lain dan harus mampu saling membantu,” katanya.

Karena itu, Wali Kota berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan Al Azhar Cup bukan semata-mata sebagai ajang mengejar kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk membangun persahabatan dan pengalaman.

Ia meminta para pemain tampil maksimal, bermain dengan gembira, pantang menyerah, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.

“Hal yang paling berharga dari olahraga bukan hanya siapa yang mengangkat piala paling besar atau mencetak gol paling banyak. Yang jauh lebih penting adalah siapa yang mampu bermain dengan jujur dan sportif. Hormati keputusan wasit, patuhi aturan, dan hargai teman-teman dari tim lawan,” tuturnya.

Wali Kota juga mengajak para pelatih dan orang tua untuk memberikan dukungan yang positif dari pinggir lapangan. Menurutnya, dukungan orang dewasa sangat penting agar anak-anak dapat menikmati pertandingan dalam suasana yang aman, sehat, dan menyenangkan.

“Kalah atau menang adalah hal yang biasa. Tetapi tetap tersenyum dan mau bersalaman setelah pertandingan selesai, itu baru mental juara yang luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Siti Chodidjah Cirebon, Emirzal Hamdani, menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah Al Azhar Cup XXV merupakan sebuah kehormatan bagi Kota Cirebon dan keluarga besar Yayasan Siti Chodidjah.

Ia menyambut kedatangan seluruh kontingen dari berbagai daerah sekaligus mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Cirebon dan berbagai pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

“Merupakan sebuah kehormatan luar biasa bagi kami dipercaya menjadi tuan rumah dalam perhelatan akbar edisi perak yang ke-25 ini. Kehadiran tim-tim dari berbagai penjuru Indonesia menjadi bukti eratnya tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di antara keluarga besar Al Azhar se-Indonesia,” kata Emirzal.

Emirzal menekankan bahwa Al Azhar Cup tidak hanya berbicara mengenai pertandingan dan prestasi. Lebih dari itu, turnamen tersebut menjadi momentum untuk menanamkan nilai sportivitas dan membangun karakter anak.

Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi anak yang sportif, menjauhi perundungan atau bullying, serta mampu menunjukkan sikap saling menghormati di dalam maupun di luar lapangan.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tiga nilai utama olahraga Olimpiade, yakni excellence, friendship, dan respect.

“Berikan kemampuan terbaik kalian. Jadikan olahraga sebagai jembatan untuk saling memahami dan mempererat persahabatan. Dan yang tidak kalah penting, hormati diri sendiri, rekan satu tim, lawan, perangkat pertandingan, serta aturan yang berlaku,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari kebiasaan para peserta, sehingga mereka tidak hanya tumbuh menjadi atlet yang berprestasi, tetapi juga menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat dan mampu menghargai orang lain.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah YPI Al Azhar Jakarta, Dra. Hj. Ai Kiki Rokiba, menyampaikan salam dari Ketua Umum YPI Al Azhar beserta jajaran kepada seluruh peserta dan tamu undangan.

Ai Kiki menjelaskan, YPI Al Azhar yang telah memasuki usia 74 tahun terus berkontribusi dalam pembangunan umat dan bangsa, khususnya melalui bidang dakwah, sosial, dan pendidikan.

Saat ini, kata dia, YPI Al Azhar menaungi 236 sekolah mulai jenjang TK, SD, SMP hingga SMA dengan lebih dari 64 ribu peserta didik dan 7.000 guru yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia.

Menurut Ai Kiki, Al Azhar Cup menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar melalui pengalaman di luar kelas.

“Turnamen futsal bukan hanya sekadar pertandingan di lapangan. Ini adalah lapangan pembelajaran yang sarat dengan nilai. Anak-anak belajar tanggung jawab, kemandirian, sportivitas, kejujuran, sekaligus nilai-nilai adab,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar kegiatan tetap menempatkan adab dan nilai keagamaan sebagai bagian penting dalam pelaksanaannya. Jika waktu pertandingan bertepatan dengan azan, panitia diharapkan memberikan kesempatan kepada peserta dan official untuk melaksanakan ibadah.

Ai Kiki juga berpesan kepada tim yang berhasil meraih juara agar tetap rendah hati. Sementara bagi tim yang belum berhasil menjadi juara, ia meminta agar menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

“Mudah-mudahan kegiatan dari awal sampai akhir berjalan lancar, baik, sukses, dan berkah. Sesuai dengan tema Al Azhar Cup 2026, sukses dan berkah,” ujarnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.