CIREBON, DjalapaksiNews – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mematangkan persiapan pelaksanaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS+) ke-25 Tahun 2026. Berbagai langkah strategis dilakukan untuk memastikan konferensi internasional tersebut berjalan lancar, produktif, serta mampu memperkuat kolaborasi akademik dan inovasi digital.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Panitia Lokal AICIS+ 2026 yang berlangsung pada Jumat–Sabtu (9–10 Oktober 2026) di Swiss-Belhotel Cirebon.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perkembangan persiapan setiap bidang, menyelaraskan konsep kegiatan, serta memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan konferensi terpenuhi secara optimal.
Ketua Organizing Committee (OC), Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si., menyampaikan bahwa laporan perkembangan dari masing-masing bidang mulai dipaparkan. Pembahasan difokuskan pada finalisasi persiapan, termasuk aspek visual, branding, dan reklame untuk mendukung penyelenggaraan acara.
Sementara itu, perwakilan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Alip Nuryanto, turut menyampaikan perkembangan persiapan AICIS+ 2026.
Sejumlah hal yang menjadi perhatian di antaranya pembagian booth pameran dan perkembangan peserta yang telah mengirimkan naskah lengkap (full paper). Kesiapan tersebut diharapkan mampu menunjang pelaksanaan konferensi yang berwibawa dan produktif.
Perkuat Reputasi Akademik dan Kolaborasi Internasional
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan bahwa AICIS+ 2026 bukan sekadar agenda konferensi internasional, melainkan juga peluang strategis untuk memperkuat citra institusi, memperluas jejaring kerja sama, serta membangun budaya akademik yang semakin terbuka.
Menurutnya, penyelenggaraan konferensi internasional harus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, baik melalui pengembangan riset, publikasi ilmiah, maupun keterlibatan aktif sivitas akademika dalam forum akademik global.
Rektor juga menyoroti capaian UI GreenMetric sebagai salah satu tahapan pengembangan institusi menuju pemeringkatan internasional berikutnya, termasuk Times Higher Education (THE).
Ia berharap proses pengajuan untuk mengikuti pemeringkatan THE dapat dilakukan pada tahun ini sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi UIN Siber Cirebon di tingkat internasional.
Selain itu, peningkatan publikasi ilmiah, khususnya artikel yang terindeks Scopus, menjadi perhatian penting. Artikel-artikel terpilih diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan gagasan integrasi ilmu dalam konteks digital.
Rektor juga mendorong mahasiswa Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk berpartisipasi dalam sesi paralel AICIS+ 2026 sehingga dapat turut berkontribusi dalam pertukaran gagasan dan pengembangan keilmuan Islam.
Hadirkan Expo UMKM dan Inovasi Teknologi
Tidak hanya berfokus pada forum akademik, AICIS+ 2026 juga diarahkan menjadi ruang untuk menampilkan keunggulan, kreativitas, serta inovasi UIN Siber Cirebon kepada peserta dan tamu dari berbagai kalangan.
Panitia didorong menyiapkan pameran yang menarik dan inovatif, meliputi stan institusi, expo usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pameran produk halal, serta berbagai inovasi teknologi.
Salah satu gagasan yang disiapkan ialah menghadirkan teknologi robotik atau perangkat interaktif yang mampu berkomunikasi dengan pengunjung. Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda sekaligus merepresentasikan karakter UIN Siber Cirebon sebagai perguruan tinggi Islam yang mengedepankan transformasi digital.
Selain itu, Rektor berharap penyerahan sertifikat tanah dapat disertakan dalam rangkaian acara pembukaan bersama Menteri Agama. Ia juga menyampaikan harapan agar proses pembukaan Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FASTIH) dapat berjalan lancar.
Berbagai agenda tersebut diharapkan dapat memperkaya rangkaian kegiatan AICIS+ 2026, sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara pengembangan ilmu pengetahuan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, produk halal, dan pemanfaatan teknologi.
Menuju Universitas Islam Siber Berkelas Dunia
Melalui rapat koordinasi tersebut, UIN Siber Cirebon berupaya menyatukan langkah seluruh panitia agar setiap aspek penyelenggaraan AICIS+ 2026 dapat dipersiapkan secara terencana dan terukur.
Konferensi ini diharapkan menjadi wadah pertemuan para akademisi, peneliti, dan pemikir untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, serta melahirkan inovasi dalam pengembangan studi Islam di tengah perkembangan teknologi digital.
Lebih dari itu, AICIS+ 2026 menjadi kesempatan bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk memperkuat reputasi akademik, memperluas jejaring internasional, dan menunjukkan kapasitasnya sebagai perguruan tinggi Islam berbasis digital.
Dengan persiapan yang semakin matang, UIN Siber Cirebon berharap pelaksanaan AICIS+ ke-25 Tahun 2026 dapat berlangsung sukses dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam, baik di tingkat nasional maupun internasional.
(Utoyo)










