Dipimpin KH Maman Imanulhaq, Jurnalis Cirebon Gelar Doa Bersama untuk Empat Rekan yang Wafat

oleh -83 Dilihat

CIREBON, DjalapaksiNews – Puluhan jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cirebon menggelar doa bersama untuk mengenang empat rekan seprofesi yang meninggal dunia dalam empat bulan terakhir.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Kausar, Kompleks Balai Kota Cirebon, Senin (12/10/2026) malam, diisi dengan pembacaan hadhoroh, Surah Yasin, tahlil, istighosah, serta muhasabah. Suasana khidmat dan haru menyelimuti jalannya acara.

Empat jurnalis yang didoakan yakni Taufik Hidayat dari Kabar Cirebon, Hendra Sumiarsa dari Pikiran Rakyat, Irwan Gunawan dari fajarsatu.com, dan Puguh Purwandono dari E-satu.com.

Doa bersama tersebut dipimpin Pengasuh Zikir Suluk Mizani sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dr. KH. Maman Imanulhaq. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas ant jurnalis sekaligus merefleksikan peran pers dalam kehidupan demokrasi.

Dalam tausiyahnya, KH. Maman Imanulhaq menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, mengawal kepentingan publik, serta menyuarakan berbagai persoalan masyarakat agar mendapat perhatian pemerintah dan para pemangku kebijakan.

Menurutnya, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia jurnalistik, wartawan dituntut tetap menjaga integritas, bersikap kritis, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas profesinya.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih membutuhkan perhatian serius, mulai dari kemiskinan, kesenjangan sosial, hingga kasus kekerasan seksual. Berbagai persoalan tersebut, kata dia, membutuhkan komitmen bersama serta dukungan pers yang mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional.

“Regulasi dan program harus dijalankan sungguh-sungguh agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Demokrasi dan kesejahteraan sosial harus terus diperjuangkan,” ujar Maman.

Ia menambahkan, demokrasi yang sehat tidak dapat dilepaskan dari keberadaan pers yang kritis dan bertanggung jawab. Melalui pemberitaan yang berimbang dan berpihak pada kepentingan publik, pers diharapkan mampu mendorong keterbukaan informasi serta mengawal pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Di tengah beratnya tantangan demokrasi dan profesi jurnalistik, Maman mengaku optimistis terhadap komitmen para jurnalis di Cirebon yang tetap menjalankan tugasnya dalam menyampaikan informasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Kegiatan doa bersama ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik tugas jurnalistik, terdapat ikatan kemanusiaan dan solidaritas yang menyatukan para wartawan. Doa yang dipanjatkan untuk keempat almarhum diharapkan menjadi penghormatan terakhir sekaligus penguat semangat bagi para jurnalis yang masih melanjutkan pengabdian di dunia pers.

(Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.