Cegah Luapan Sungai Saat Hujan, Wali Kota Cirebon Percepat Normalisasi Sungai Cikalong

oleh -18 Dilihat

KOTA CIREBON, DjalapaksiNews – Upaya mengurangi risiko banjir di Kota Cirebon terus diperkuat melalui pembenahan saluran drainase dan normalisasi sungai. Salah satu langkah yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Cirebon adalah normalisasi Sungai Cikalong. Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meninjau langsung kondisi sungai tersebut bersama Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rabu (4/11/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota melihat langsung progres normalisasi Sungai Cikalong yang telah mencapai hampir 300 meter. Ia berharap pekerjaan dapat dilanjutkan hingga sekitar 200 sampai 300 meter berikutnya, terutama pada bagian hilir sungai, sehingga aliran air dapat lebih optimal dan potensi hambatan yang memicu genangan bisa dikurangi.

Wali Kota menyampaikan, normalisasi Sungai Cikalong merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Cirebon dalam membenahi sejumlah aliran sungai. Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah melakukan normalisasi Sungai Cikadu hingga selesai. Secara keseluruhan, upaya penanganan telah dilakukan pada lima sungai di Kota Cirebon.

“Alhamdulillah, normalisasi Sungai Cikalong sudah hampir 300 meter. Saya berharap pekerjaan ini bisa dilanjutkan sekitar 200 sampai 300 meter lagi ke arah hilir. Sebelumnya, Sungai Cikadu juga sudah kita selesaikan. Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mengurangi risiko banjir di Kota Cirebon,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa hanya bertumpu pada satu titik atau satu jenis pekerjaan. Pembenahan drainase di kawasan perkotaan dan lingkungan permukiman harus berjalan beriringan dengan normalisasi sungai. Karena itu, seluruh perangkat daerah terkait diminta untuk terus memaksimalkan langkah-langkah yang sudah dilakukan, terlebih menjelang periode penghujan.

Wali Kota menegaskan, upaya tersebut harus menjadi perhatian bersama para pemangku kepentingan. Penanganan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan diharapkan dapat mengurangi dampak banjir, sehingga masyarakat tidak harus menghadapi kesulitan setiap kali hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari pembenahan drainase perkotaan, saluran di lingkungan masyarakat, sampai normalisasi sungai. Ini harus terus dimaksimalkan. Memang kita tidak bisa menjamin banjir dapat dihilangkan seratus persen karena sangat bergantung pada intensitas hujan, tetapi setidaknya kita berupaya meminimalkan risiko dan dampaknya bagi masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, Wali Kota juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas wilayah dalam penanganan sungai. Pasalnya, sejumlah aliran sungai yang melintasi Kota Cirebon memiliki keterkaitan dengan wilayah Kabupaten Cirebon. Kondisi tersebut membutuhkan sinergi antarpemerintah daerah agar penanganannya dapat dilakukan secara menyeluruh, tidak berhenti pada batas administratif masing-masing wilayah.

Menurut Wali Kota, persoalan banjir merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan penanganan terpadu. Oleh karena itu, Pemkot Cirebon akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi untuk mendorong penanganan sungai yang saling terhubung.

Selain Sungai Cikalong, perhatian juga diarahkan pada kawasan Banjir Kanal di sekitar Jalan Tuparev. Wali Kota menyampaikan rencana untuk kembali berkomunikasi dengan pemerintah provinsi agar penanganan di lokasi tersebut dapat dilanjutkan. Dukungan peralatan dari unsur TNI dan Polri juga diharapkan dapat membantu mempercepat pekerjaan di lapangan.

Namun, upaya normalisasi di kawasan tersebut masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan akses bagi alat berat untuk masuk ke badan sungai. Keberadaan bangunan di sekitar aliran sungai membuat ruang gerak peralatan menjadi terbatas sehingga diperlukan koordinasi dan solusi teknis agar pekerjaan tetap dapat dilaksanakan.

“Kita akan komunikasikan kembali dengan tingkat provinsi agar penanganan di Banjir Kanal bisa dilanjutkan. Kita juga berharap ada dukungan alat dari TNI dan Polri. Memang salah satu kendalanya adalah akses alat berat yang cukup sulit karena di sekitar sungai sudah terdapat bangunan-bangunan,” ungkapnya.

Melalui peninjauan ini, Pemkot Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penanganan banjir melalui pembenahan infrastruktur drainase, normalisasi sungai, serta koordinasi lintas wilayah. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi potensi genangan, sekaligus memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya saat memasuki musim penghujan. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.