Pengurus PMI Kota Cirebon Dilantik, Wali Kota Dorong Penguatan Layanan Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan Bencana

oleh -11 Dilihat

CIREBON Djalapaksinews — Komitmen memperkuat pelayanan kemanusiaan di Kota Cirebon kembali ditegaskan melalui Pelantikan Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon Masa Bakti 2026–2031 yang berlangsung di Balai Kota Cirebon, Rabu (3/6/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah, Iing Daiman. Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus dan Dewan Kehormatan PMI yang baru dilantik. Menurutnya, pelantikan ini amanah besar untuk melayani masyarakat melalui kerja-kerja kemanusiaan yang nyata.

“PMI memiliki posisi yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam memberikan pelayanan kemanusiaan. Saya berharap kepengurusan yang baru dapat segera melakukan konsolidasi, menyusun program kerja yang terukur, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota menilai, tantangan yang dihadapi daerah ke depan semakin kompleks. Selain kebutuhan pelayanan kesehatan, masyarakat juga dihadapkan pada berbagai risiko kedaruratan, mulai dari bencana hidrometeorologi hingga kondisi darurat kesehatan yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.

Karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan Unit Donor Darah (UDD) PMI. Menurutnya, kebutuhan darah di Kota Cirebon tidak hanya melayani warga kota, tetapi juga menjadi rujukan bagi masyarakat di wilayah Ciayumajakuning.

“Ketersediaan darah yang aman dan cukup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. PMI perlu terus memperluas jaringan pendonor aktif, meningkatkan sistem pelayanan yang modern, serta memastikan informasi stok darah dapat diakses masyarakat secara cepat dan transparan,” katanya.

Selain pelayanan darah, kesiapsiagaan menghadapi bencana juga menjadi perhatian utama. Wali Kota meminta PMI terus memperkuat kapasitas relawan serta memastikan seluruh sumber daya dan logistik kebencanaan selalu siap digunakan ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

“Kecepatan respons dalam situasi darurat sering kali menjadi penentu keselamatan banyak orang. Karena itu, penguatan relawan dan kesiapan operasional harus menjadi prioritas yang dijaga secara berkelanjutan,” tambahnya.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjut Wali Kota, akan terus mendukung berbagai program kemanusiaan yang dijalankan PMI melalui kolaborasi dengan perangkat daerah, instansi vertikal, dan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, kemanusiaan adalah kerja bersama yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus PMI periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas kemanusiaan di Kota Cirebon.

“Semoga PMI semakin memperkuat perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang responsif, profesional, dan dekat dengan masyarakat. Karena kehadiran PMI tidak hanya dibutuhkan saat terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya membangun kepedulian sosial, solidaritas, dan budaya gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat Kota Cirebon,” harap Wali Kota.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Cirebon, Edial Sanif, menegaskan bahwa PMI akan terus hadir di tengah masyarakat tanpa membedakan latar belakang dan tanpa pamrih. Di tengah kondisi global yang penuh tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga meningkatnya bencana kemanusiaan di berbagai wilayah, PMI harus tetap menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan.

“Relawan PMI selalu berusaha hadir secepat mungkin ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Bahkan dalam berbagai kejadian darurat, saat sebagian besar warga masih beristirahat, relawan kami sudah berada di lapangan untuk memberikan pertolongan. Semangat inilah yang akan terus kami jaga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, PMI akan terus memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kota Cirebon dalam mendukung pembangunan kesehatan dan kemanusiaan. Menurutnya, keberhasilan pelayanan kemanusiaan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, relawan, dan masyarakat.

“PMI adalah mitra strategis pemerintah daerah. Kami ingin berjalan bersama membangun kesehatan dan kemanusiaan di Kota Cirebon. Kami juga terbuka terhadap masukan dan pembinaan agar seluruh langkah yang kami ambil tetap berada pada koridor prinsip-prinsip kemanusiaan,” tuturnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.