DPRD Kabupaten Cirebon Tnjau Aset Ternak Sapi Sebelum Dilelang, Komisi 11 Soroti Pengelolaan Tidak Optimal

oleh -51 Dilihat

CIREBON Djalapaksinews– DPRD Kabupaten Cirebon melakukan peninjauan langsung terhadap aset ternak sapi milik Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cirebon di Balai Pengembangan Bibit Peternakan Desa Kubangdeleg, Kecamatan Karangwareng, Jumat (8/5/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan menjelang rencana Pemerintah Kabupaten Cirebon melelang aset ternak sapi yang selama ini berada di bawah pengelolaan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cirebon.

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi 11, mengungkapkan bahwa rencana pelelangan dilakukan setelah pengelolaan peternakan dinilai tidak berjalan optimal dan membutuhkan evaluasi menyeluruh.
“Selama ini pengelolaan ternak dinilai kurang maksimal, sehingga perlu dilakukan pembenahan secara serius. Nantinya aset tersebut akan direlokasi dan dikembangkan menjadi balai peternakan milik pemerintah daerah yang lebih baik, produktif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Aan.

Menurutnya, DPRD Kabupaten Cirebon juga akan mendorong penganggaran baru guna mendukung pembangunan balai peternakan yang lebih representatif dan modern.
“Kami di DPRD akan merumuskan dan mengusulkan anggaran agar Kabupaten Cirebon ke depan memiliki balai peternakan yang lebih tertata, modern, dan mampu meningkatkan kualitas sektor peternakan daerah,” tambahnya.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pengelolaan aset daerah agar lebih efektif, transparan, dan tidak menjadi aset mangkrak yang membebani pemerintah daerah.

Sejumlah pihak menilai langkah evaluasi dan pelelangan aset tersebut harus dibarengi dengan konsep pembangunan yang jelas dan terukur. Jangan sampai pelelangan hanya menjadi solusi sesaat tanpa menghadirkan perubahan konkret terhadap sektor peternakan di Kabupaten Cirebon.

Selain itu, transparansi dalam proses pelelangan serta keberpihakan terhadap kepentingan peternak lokal dinilai menjadi faktor penting agar kebijakan tersebut tidak memunculkan polemik baru di tengah masyarakat.

Utoyo

No More Posts Available.

No more pages to load.