Raih Gelar Doktor di UIN SSC Cirebon, Sigit Nurhendi Tawarkan Model Keuangan Sosial Islam untuk Memutus Rantai Kemiskinan

oleh -23 Dilihat

CIREBON Djalapaksinews – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC Cirebon) menggelar Sidang Ujian Terbuka Disertasi (Promosi Doktor) pada Sabtu (6/6/2026). Dalam sidang tersebut, promovendus Sigit Nurhendi mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Model Integratif Lembaga Keuangan Sosial Islam dalam Pengentasan Kemiskinan pada Masyarakat Pesisir di Provinsi Jawa Barat.”

Sidang terbuka yang berlangsung di lingkungan Pascasarjana UIN SSC Cirebon itu dihadiri para profesor, penguji, akademisi, mahasiswa, serta tamu undangan. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh nuansa akademik sebagai bagian dari proses penilaian akhir untuk meraih gelar doktor.

Dalam pemaparannya, Sigit Nurhendi menjelaskan pentingnya sinergi berbagai instrumen keuangan sosial Islam, seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, masyarakat pesisir masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang membutuhkan pendekatan pemberdayaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Ia mengungkapkan bahwa model integratif yang dikembangkannya bertujuan memperkuat efektivitas program pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi antar lembaga keuangan sosial Islam, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Pengelolaan keuangan sosial Islam yang dilakukan secara terpadu memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan secara lebih efektif,” ujarnya

dalam sidang terbuka tersebut.
Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh ketua sidang dan melibatkan sejumlah profesor sebagai penguji serta oponen ahli yang memberikan berbagai masukan, kritik, dan pendalaman terhadap substansi penelitian. Diskusi akademik berlangsung dinamis, menunjukkan tingginya perhatian terhadap pengembangan model pengentasan kemiskinan berbasis keuangan sosial Islam.

Hasil penelitian tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama dalam menghadapi kesenjangan ekonomi dan tantangan pembangunan di wilayah pesisir. Model yang ditawarkan tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berpotensi menjadi rujukan praktis bagi lembaga pengelola zakat, wakaf, maupun pemerintah daerah dalam merancang program pemberdayaan masyarakat.

Promosi doktor yang dijalani Sigit Nurhendi menunjukkan bahwa dunia akademik tidak hanya menghasilkan teori, tetapi juga menawarkan solusi konkret terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Di tengah masih tingginya angka kemiskinan di berbagai daerah, terutama kawasan pesisir, gagasan integrasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf menjadi langkah strategis yang patut mendapat perhatian serius dari para pemangku kebijakan.

Penelitian ini sekaligus menegaskan bahwa keuangan sosial Islam memiliki potensi besar sebagai instrumen pembangunan ekonomi berbasis keadilan sosial. Jika diterapkan secara profesional, transparan, dan terintegrasi, model tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Utoyo

No More Posts Available.

No more pages to load.