Pemkot Cirebon Dorong ASN Melek Keuangan untuk Perkuat Disiplin dan Produktivitas Kerja

oleh -13 Dilihat

CIREBON DjalapaksiNews — Pemerintah Kota Cirebon mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya membangun aparatur yang lebih disiplin, produktif, dan mampu mengelola keuangan keluarga secara sehat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat menutup kegiatan Peningkatan Literasi Finansial ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Cirebon Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor OJK Cirebon, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Kepala BKPSDM Kota Cirebon Suwarso Budi Winarno, serta para peserta kegiatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa persoalan keuangan yang dihadapi ASN tidak dapat dipandang semata-mata sebagai urusan pribadi. Menurutnya, tekanan finansial dapat memengaruhi konsentrasi, kedisiplinan, hingga produktivitas pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Seorang ASN dituntut untuk bekerja profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun, bagaimana bisa melayani dengan baik jika pikiran pegawai justru sedang terkuras oleh teror tagihan pinjol atau kecanduan judol?” ujarnya.

Ia menyampaikan, persoalan keuangan yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak lebih luas, mulai dari menurunnya disiplin kerja hingga terganggunya keharmonisan keluarga. Karena itu, Pemerintah Kota Cirebon memilih pendekatan pencegahan melalui peningkatan pemahaman dan literasi keuangan.

“Kita tidak bisa lagi hanya menunggu masalah terjadi lalu memberikan hukuman. Harus ada langkah pencegahan yang nyata,” katanya.

Wali Kota juga meminta agar para pengelola tata usaha dan pembina kepegawaian yang mengikuti kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman pribadi. Pengetahuan yang diperoleh dari OJK diharapkan dapat diteruskan kepada ASN di perangkat daerah masing-masing.

“ASN yang cerdas mengelola keuangan adalah kunci terciptanya aparatur yang bersih, berintegritas, dan produktif,” tegasnya.

Kegiatan Peningkatan Literasi Finansial ASN Tahun 2026 diikuti oleh 132 peserta yang terdiri atas pengelola tata usaha dan pembina kepegawaian. Selama kegiatan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, investasi yang aman, serta langkah-langkah untuk melindungi diri dari pinjaman online ilegal dan judi online.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kerja yang lebih sehat di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon. Dengan pemahaman keuangan yang lebih baik, ASN diharapkan dapat lebih fokus menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal kerja sama antara Pemerintah Kota Cirebon dan OJK dalam memberikan pemahaman mengenai literasi serta manajemen keuangan keluarga kepada ASN.

Menurut Budi, persoalan keuangan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian karena dapat berpengaruh terhadap konsentrasi dan kinerja ASN. Ia menyebut, berdasarkan data yang dipelajari BKPSDM, pelanggaran disiplin berat yang berujung pada pemberhentian tidak atas permintaan sendiri sering kali bermula dari persoalan yang sebenarnya sederhana, seperti ketidakhadiran tanpa alasan yang sah.

“Ini langkah awal kami bersama OJK untuk memberikan literasi dan manajemen keuangan keluarga yang diharapkan akan berpengaruh pada konsentrasi ASN di Kota Cirebon dalam bekerja,” kata Budi.

Ia menjelaskan, BKPSDM juga menemukan bahwa persoalan keuangan menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi sejumlah permasalahan kedisiplinan ASN.

Karena itu, menurut Budi, peningkatan literasi keuangan perlu dilakukan secara lebih sistematis. Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, menargetkan adanya rencana aksi literasi keuangan bagi ASN di lingkungan Pemkot Cirebon memiliki pemahaman yang memadai mengenai cara mengelola keuangan secara sehat.

“Dengan penguasaan literasi keuangan, kita berharap kualitas keluarga ASN juga semakin baik. Dampaknya tentu akan berpengaruh terhadap kompetensi dan produktivitas mereka di kantor,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai capaian Pemerintah Kota Cirebon dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Ia menilai, Kota Cirebon menunjukkan perkembangan yang sangat baik, termasuk dalam pengendalian inflasi daerah.

“Dalam kurun waktu satu tahun ini, Kota Cirebon menunjukkan prestasi yang luar biasa gemilang. Terakhir mendapatkan pengendalian inflasi daerah terbaik se-Indonesia,” ujar Agus.

Agus juga menyebutkan bahwa indeks akses keuangan daerah Kota Cirebon menjadi yang tertinggi di Jawa Barat. Menurutnya, tingginya akses terhadap layanan keuangan perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai cara menggunakan layanan tersebut secara bijak.

“Semakin tinggi literasi dan inklusi keuangan yang ada di masyarakat, khususnya di Kota Cirebon, akan mendorong pengendalian inflasi yang lebih baik,” katanya.

Ia menjelaskan, masyarakat yang memiliki pemahaman keuangan yang baik cenderung lebih mampu mengendalikan pola konsumsi. Termasuk dalam menghadapi fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau kecenderungan membeli sesuatu hanya karena ikut-ikutan.

“Ketika literasi keuangan itu diimbangi dengan pemahaman masyarakat, budaya konsumsi yang tidak seharusnya, termasuk FOMO atau ikut-ikutan membeli sesuatu, bisa lebih terkendali,” tutur Agus.

Agus menambahkan, OJK Cirebon akan terus mendukung Pemerintah Kota Cirebon dalam memperkuat literasi keuangan, termasuk bagi ASN. Ia berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Atas nama pribadi maupun Kepala OJK Cirebon, kami menyampaikan terima kasih. Setiap dukungan Pemerintah Kota Cirebon akan selalu kami dukung. Kami siap berada di garda terdepan untuk mendukung Pemerintah Kota Cirebon menjadi kota yang terbaik, termasuk menjadi TPKAD terbaik se-Indonesia,” pungkasnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.