Rayakan Kelulusan, Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Solo Touring Vespa Tua Jepara–Karimunjawa

oleh -51 Dilihat

CIREBON DjalapaksiNews — Kelulusan kuliah dirayakan dengan cara berbeda oleh Zayyin Fauzul Kabir (23), mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan selama delapan semester, ia memilih melakukan solo touring menggunakan Vespa tua kesayangannya yang dijuluki “Lundu” menuju Pulau Karimunjawa, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026).

Perjalanan yang ditempuh dari daratan Jawa hingga menyeberang melalui Pelabuhan Kartini, Jepara, menjadi bentuk rasa syukur atas kelulusannya. Selain itu, touring tersebut juga menjadi pembuktian konsistensinya sebagai pecinta Vespa klasik sekaligus momentum peluncuran merchandise bertajuk “Caribbean Van Java”.

Bagi Zayyin, Vespa tua bukan sekadar kendaraan, melainkan teman perjalanan yang memiliki nilai emosional tersendiri.

> “Intinya pembuktian rekam jejak saja. Sudah hampir dua hingga tiga tahun sejak terakhir solo touring ke timur, yaitu Lombok. Saya ingin membuktikan konsistensi sebagai pengendara Vespa tua yang terus menjelajah,” ujar Zayyin, yang akrab disapa Mang Zayyin Lundu.

 

Ia menambahkan, perjalanan menggunakan Vespa mengajarkannya untuk menikmati setiap proses perjalanan, bukan sekadar mengejar tujuan.

> “Naik Vespa bikin kita belajar menikmati tiap prosesnya, tidak hanya ingin cepat sampai. Ditambah lagi, kultur persaudaraannya luar biasa. Di mana pun berada, Vespa selalu membuka pintu silaturahmi dengan sesama scooterist,” katanya.

 

Selama tiga hari dua malam, Zayyin menjelajahi Karimunjawa secara mandiri tanpa mengikuti program open trip. Pada hari pertama, ia mengunjungi Masjid Agung Karimunjawa, Pantai Bobby, Bukit Love, situs kerangka paus di Joko Tuwo, hingga berziarah ke Makam Sunan Nyamplungan. Malam harinya, ia bermalam dengan mendirikan tenda di Pantai Alang-Alang.

Memasuki hari kedua, perjalanan berlanjut ke wilayah Kemujan dengan mengunjungi sejumlah destinasi seperti Pantai Leindra, Pantai Alano, kawasan Bandara Dewadaru, serta menikmati matahari terbenam di Pantai Tanjung Gelam sebelum mencicipi kuliner seafood di Alun-Alun Karimunjawa.

Sementara pada perjalanan pulang, Zayyin menyempatkan diri singgah ke Pantai Pungruk, Museum R.A. Kartini, Sentra Batik Troso di Jepara, serta berziarah ke Masjid Agung Demak.

Meski sempat menghadapi kendala teknis pada Vespanya selama perjalanan, hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Baginya, setiap tantangan menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pendewasaan diri.

> “Motivasi terbesarnya sederhana, ingin terus berkembang dan punya cerita masa muda yang berkesan. Risiko pasti ada, tetapi keluar dari zona nyaman dengan motor tua justru menempa mental untuk belajar tenang dan dewasa. Sejauh ini, seaneh apa pun masalah di jalan, selalu ada solusinya,” ungkapnya.

 

Bagi Zayyin, solo touring bukan sekadar perjalanan menempuh ratusan kilometer. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi ruang refleksi diri, kesempatan menikmati keindahan alam Nusantara, serta merasakan hangatnya keramahan masyarakat dan persaudaraan antarsesama pecinta Vespa.

(Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.