Pemdes Wangkelang Dorong Pembenahan Masjid Assyuhada, Partisipasi Warga Jadi Kekuatan

oleh -20 Dilihat

CIREBON DjalapaksiNews — Masjid Assyuhada di Desa Wangkelang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, terus melakukan pembenahan. Salah satu bagian yang kini menjadi perhatian adalah renovasi dan penataan kubah masjid sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan sekaligus memperindah tempat ibadah masyarakat.

Pembenahan Masjid Assyuhada dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak. Selain dukungan masyarakat, Pemerintah Desa Wangkelang juga turut memberikan perhatian melalui dukungan anggaran sarana dan prasarana.

Sekretaris Desa Wangkelang, Encu Suharta, mengatakan bahwa proses pembenahan masjid tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang secara bersama-sama memberikan sumbangsih untuk kemajuan tempat ibadah.

“Pembenahan masjid ini merupakan hasil sumbangsih dan kepedulian masyarakat. Dari pemerintah desa juga setiap tahunnya kami menganggarkan untuk sarana dan prasarana,” ujar Encu Suharta, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, keberadaan masjid memiliki peran penting bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Karena itu, pembenahan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran yang tersedia. Pemerintah desa berharap partisipasi masyarakat tetap terjaga sehingga berbagai kebutuhan Masjid Assyuhada dapat dipenuhi secara bersama-sama.

“Kami berharap masyarakat terus menjaga semangat kebersamaan. Masjid ini milik dan menjadi bagian dari masyarakat, sehingga pembangunannya juga membutuhkan dukungan semua pihak,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Wangkelang menilai pembenahan Masjid Assyuhada merupakan langkah positif yang patut mendapat dukungan. Menurutnya, masjid yang nyaman dan representatif akan semakin mendorong masyarakat untuk memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan keagamaan.

“Yang terpenting bukan hanya bangunannya semakin bagus, tetapi bagaimana masjid ini semakin makmur dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Renovasi menjadi bagian dari ikhtiar, sedangkan memakmurkan masjid merupakan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat dan pemerintah desa yang terus memberikan perhatian terhadap keberadaan Masjid Assyuhada.
Semangat gotong royong tersebut menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas keagamaan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.

Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan penting agar pembenahan dapat terus berjalan secara bertahap.
Dengan terus berbenah, Masjid Assyuhada Wangkelang diharapkan tidak hanya tampil semakin indah dan nyaman, tetapi juga mampu menjadi pusat pembinaan keagamaan, sosial, serta kebersamaan warga Desa Wangkelang.

(Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.