Wali Kota Cirebon Hadiri Upacara Hari Perhubungan Nasional 2026 Tingkat Provinsi Jawa Barat

oleh -21 Dilihat

PANGANDARAN, DjalapaksiNews – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di Bandar Nusawiru Pangandaran, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jumat (18/9/2026).

Upacara tersebut dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan. Kegiatan turut dihadiri Bupati Pangandaran, Wali Kota Banjar, para kepala dinas perhubungan kabupaten/kota se-Jawa Barat, Forkopimda Kabupaten Pangandaran, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor transportasi.

Peringatan Harhubnas tahun ini menjadi momentum untuk melihat kembali peran transportasi dalam menunjang aktivitas masyarakat sekaligus mendorong konektivitas antarwilayah. Transportasi tidak hanya berbicara mengenai pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga bagaimana layanan yang diberikan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo mengatakan peringatan Harhubnas menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan seluruh insan perhubungan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi.

“Harhubnas ini menjadi pengingat bahwa pembangunan transportasi tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan dan kemudahan masyarakat dalam melakukan mobilitas,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, transportasi yang baik harus mampu memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. Selain memudahkan mobilitas sehari-hari, konektivitas transportasi juga memiliki kaitan erat dengan aktivitas perekonomian dan pembangunan daerah.

“Semangat Harhubnas tahun ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi. Kita berharap transportasi yang hadir benar-benar memberikan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung konektivitas dan aktivitas perekonomian,” katanya.

Kehadiran Pemerintah Kota Cirebon dalam Harhubnas tingkat Provinsi Jawa Barat, lanjut Wali Kota, sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penguatan sektor transportasi di Jawa Barat. Menurutnya, koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh stakeholder transportasi menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi.

Sementara itu, dalam amanatnya, Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, menekankan bahwa keselamatan harus menjadi perhatian utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Kementerian Perhubungan, saya kembali menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan,” ujar Erwan.

Ia menyampaikan, berbagai peristiwa yang terjadi di sektor transportasi menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak boleh berhenti sebagai bagian dari prosedur administratif. Standar keselamatan harus benar-benar diterapkan dan menjadi bagian dari budaya kerja seluruh insan perhubungan.

“Keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administratif terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi. Keselamatan adalah tanggung jawab moral, standar keselamatan harus hidup di lapangan,” tegasnya.

Erwan juga menyoroti tantangan sektor perhubungan yang semakin kompleks. Dalam beberapa waktu terakhir, jajaran perhubungan harus merespons berbagai kondisi, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, gangguan penerbangan hingga kecelakaan pelayaran.

Dalam kondisi tersebut, menurutnya, keselamatan dan konektivitas perlu dijaga secara bersamaan. Ketika kondisi tidak aman, petugas harus berani menghentikan operasi, namun pada saat yang sama perlu segera mencari alternatif agar mobilitas masyarakat maupun distribusi bantuan tetap dapat berjalan.

Harhubnas 2026 mengusung tema nasional “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”. Tema tersebut menggambarkan pentingnya transportasi dalam menghubungkan berbagai wilayah, mulai dari pusat produksi dengan pasar, kota dengan desa, hingga masyarakat dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Erwan menyampaikan bahwa transportasi memiliki peran yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar penyediaan kendaraan dan infrastruktur. Pelabuhan, penerbangan perintis, jalur kereta api, angkutan massal hingga sistem logistik yang efisien dapat membuka akses dan peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Transportasi tidak dapat dipandang semata sebagai urusan kendaraan dan infrastruktur. Transportasi harus mampu membuka akses, mempertemukan masyarakat, mendukung kegiatan ekonomi, serta menghadirkan konektivitas sampai ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan pentingnya memperkuat layanan keperintisan, angkutan massal perkotaan, integrasi antarmoda, serta sistem logistik. Penguatan berbagai sektor tersebut diharapkan dapat membuat perjalanan masyarakat semakin mudah sekaligus mendukung efisiensi biaya distribusi barang.

Di tengah perkembangan teknologi, Erwan menilai transformasi digital juga perlu diarahkan pada hasil yang nyata. Pemanfaatan teknologi dalam pengawasan dan pelayanan transportasi harus mampu meningkatkan keselamatan, kepatuhan, transparansi, serta ketertiban sistem logistik.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi tetap membutuhkan peran manusia. Integritas, kepedulian, tanggung jawab, dan keberanian dalam mengambil keputusan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan transportasi.

“Secanggih apa pun teknologi, ujung dari pelayanan publik tetap manusia. Aplikasi, sistem pengawasan, dan infrastruktur terbaik pada akhirnya berpulang kepada integritas, kepedulian, dan keberanian kita mengambil keputusan yang benar,” katanya.

Erwan juga memberikan apresiasi kepada seluruh insan perhubungan yang menjalankan tugas di berbagai lini. Mulai dari petugas yang memeriksa landasan, mengawasi pergerakan kapal, memastikan persinyalan kereta, memeriksa kendaraan, mengatur navigasi dan lalu lintas, hingga petugas yang bekerja di terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandar udara.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan transportasi pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Pada momentum Harhubnas 2026 ini, Erwan mengajak seluruh insan perhubungan menjadikan September sebagai momentum untuk memperkuat budaya keselamatan transportasi.

“Semoga Upaya tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan dalam satu momentum peringatan, tetapi menjadi komitmen yang terus dijaga sepanjang tahun”. Pungkasnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.