Hadiri Wisuda Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Wakil Wali Kota Tekankan Pelayanan Kesehatan yang Berintegritas

oleh -28 Dilihat

CIREBON, DjalapaksiNews – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Wisuda Periode September Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Tasikmalaya di Hotel Aston , Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi 423 mahasiswa yang resmi dikukuhkan sebagai lulusan dan siap memasuki dunia profesional.

Kehadiran Wakil Wali Kota menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Cirebon terhadap dunia pendidikan kesehatan, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan. Menurutnya, kelulusan yang diraih bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga hasil dari proses panjang yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, serta dukungan keluarga.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari proses pendidikan, ketahanan intelektual, penguasaan ilmu, dan kedisiplinan yang telah dijalani selama menempuh pendidikan,” ujar Wakil Wali Kota.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga wisudawan yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan putra-putrinya.

“Apresiasi setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada para orang tua dan keluarga. Dukungan dan pengorbanan yang diberikan selama proses pendidikan hari ini terbayar dengan keberhasilan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan di bidang kesehatan,” tambahnya.

Menurut Wakil Wali Kota, keberadaan 423 lulusan baru tersebut menjadi tambahan kekuatan bagi sumber daya manusia kesehatan, tidak hanya bagi Kota Cirebon, tetapi juga wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Ia mengingatkan, para lulusan akan memasuki dunia kerja dengan tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. Kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas terus berkembang, sehingga tenaga kesehatan dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Pemerintah daerah tidak hanya membutuhkan tenaga kesehatan secara kuantitas, tetapi juga membutuhkan tenaga profesional yang mampu menjadi bagian dari penyelesaian persoalan kesehatan di lapangan. Karena itu, ilmu pengetahuan, kompetensi, etika, dan integritas harus berjalan bersama dalam menjalankan tugas,” katanya.

Wakil Wali Kota menilai, pembangunan kesehatan memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan daerah secara keseluruhan. Berbagai persoalan seperti penurunan angka kematian ibu dan bayi, penanganan stunting, perubahan pola penyakit, hingga peningkatan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan membutuhkan keterlibatan tenaga kesehatan yang kompeten dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Menurutnya, kebijakan dan program pemerintah akan berjalan lebih efektif apabila didukung oleh sumber daya manusia yang mampu menerjemahkan kebijakan tersebut menjadi pelayanan nyata di tengah masyarakat.

Karena itu, ia berpesan agar sumpah profesi dan sumpah tenaga kesehatan yang telah diikrarkan tidak berhenti sebagai bagian dari seremoni wisuda. Sumpah tersebut harus menjadi pedoman dalam menjalankan profesi sekaligus bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

“Jadikan sumpah profesi dan sumpah tenaga kesehatan sebagai komitmen yang terus dibawa dalam menjalankan tugas. Bekerjalah dengan berpegang pada ilmu pengetahuan, standar pelayanan, regulasi, etika profesi, serta kebutuhan pasien dan masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mendorong para lulusan untuk terus mengembangkan kemampuan di tengah perubahan dunia kesehatan yang semakin cepat. Menurutnya, proses belajar tidak berhenti setelah seseorang memperoleh gelar atau menyelesaikan pendidikan formal, tetapi terus berlangsung selama menjalankan profesi.

“Jaga integritas, terus tingkatkan kompetensi, dan berikan pelayanan dengan hati. Masyarakat membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya memiliki kemampuan keilmuan, tetapi juga mampu memberikan rasa aman, menghargai pasien, dan bekerja secara professional,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Dini Mariani menyampaikan bahwa wisuda merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan para mahasiswa. Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan diharapkan mampu membawa kompetensi yang diperoleh selama berada di lingkungan kampus ke dalam dunia kerja dan pelayanan kesehatan.

“Wisuda bukan merupakan akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari perjalanan para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan. Kami berharap para lulusan dapat menjaga nama baik almamater dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ujar Dini.

Ia menambahkan, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan. Dini juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon dan seluruh civitas akademika Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yang telah menjadi bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia kesehatan.

“Selamat kepada seluruh wisudawan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat yang luas dan menjadi bekal untuk mengabdi kepada masyarakat. Semoga setiap langkah yang akan dilakukan dipermudah dan diridai oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.