UIN Siber Cirebon Raih Terbaik II Indonesia Halal Industry Awards 2026

oleh -296 Dilihat

CIREBON, DjalapaksiNews (26/9/2026) – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kampus yang dikenal sebagai Cyber University tersebut berhasil meraih Terbaik II Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi UIN Siber Cirebon dalam mendukung pengembangan ekosistem industri halal di Indonesia melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan halal.

Pada IHYA 2026, Kemenperin menghadirkan kategori Institusi Pendidikan Tinggi Pendukung Industri Halal Terbaik. Kategori ini menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu unsur penting dalam pengembangan industri halal, terutama melalui penyiapan sumber daya manusia, pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta jejaring dengan dunia usaha.

Bagi UIN Siber Cirebon, capaian tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem halal yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat.

Perkuat Ekosistem Halal dari Kampus

Pengembangan ekosistem halal di UIN Siber Cirebon dilakukan melalui berbagai bidang yang saling terintegrasi.

Dalam aspek kelembagaan, kampus terus memperkuat Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Halal Center. Kedua kelembagaan tersebut memiliki peran dalam mendukung edukasi, layanan, sertifikasi, pemeriksaan, serta pendampingan terkait produk halal.

UIN Siber Cirebon juga mendorong pendampingan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk meningkatkan pemahaman mengenai produk halal. Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku usaha mampu mengikuti perkembangan regulasi sekaligus menjawab kebutuhan konsumen dalam industri halal.

Sementara di bidang pendidikan, isu industri halal menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pemahaman konsep halal, tetapi juga pada kemampuan melihat berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan dunia usaha.

Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat turut menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri halal.

Dengan pendekatan tersebut, UIN Siber Cirebon berupaya menghubungkan pendidikan, riset, layanan halal, pendampingan usaha, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem.

Teknologi Digital Perluas Literasi Halal

Sebagai perguruan tinggi yang terus bertransformasi menjadi Cyber University, UIN Siber Cirebon juga melihat teknologi digital sebagai sarana untuk memperluas kontribusi dalam pengembangan industri halal.

Platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas literasi halal, mendukung pembelajaran, menyebarluaskan informasi, mendokumentasikan berbagai praktik baik, sekaligus mempertemukan akademisi, pelaku UMKM, pemerintah, dan dunia industri.

Transformasi digital dengan demikian tidak hanya menyentuh proses pembelajaran di perguruan tinggi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan layanan yang berkaitan dengan ekosistem halal.

Kolaborasi Jadi Kunci

Penguatan industri halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, UIN Siber Cirebon terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Agama, BPJPH, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, komunitas, hingga pelaku UMKM.

Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada penguatan sumber daya manusia halal, pengembangan riset dan inovasi, pendampingan usaha, peningkatan literasi halal, serta perluasan akses informasi dan layanan halal.

Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual UIN Siber Cirebon, Dr. Maulidya Ulfah, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan penghargaan IHYA 2026 tidak hanya menjadi apresiasi, tetapi juga tanggung jawab bagi perguruan tinggi.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kontribusi perguruan tinggi terhadap industri halal harus dapat dirasakan. Karena itu, pendidikan, riset, pendampingan, sertifikasi, dan pengabdian perlu terus dihubungkan agar menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan ekosistem halal juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari persoalan nyata. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh di kampus dapat diterapkan untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung perkembangan ekonomi halal.

Tambah Rekam Jejak Prestasi

Raihan Terbaik II IHYA 2026 menambah rekam jejak UIN Siber Cirebon dalam pengembangan ekosistem halal.

Sebelumnya, UIN Siber Cirebon juga meraih Platinum Award pada UB Halal Metric Awards 2026, serta Gold Award pada empat indikator, yakni Policy, Education, Infrastructure, dan Halal Ecosystem.

Capaian tersebut menjadi dorongan bagi sivitas akademika untuk terus menghadirkan inovasi dan program yang memberikan dampak nyata.

Ke depan, UIN Siber Cirebon berkomitmen memperkuat ekosistem halal melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Dari Cirebon untuk Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem halal dari lingkungan kampus, memperluas manfaat melalui teknologi, serta menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung perkembangan industri halal nasional.

( Utoyo )

No More Posts Available.

No more pages to load.